Rindu yang Tak Pernah Pergi ( update )
Langit sore di kota kecil tempat ATTAH tinggal sedang muram, seakan ikut merasakan gejolak hati yang sulit ia redam. Sudah hampir dua bulan sejak terakhir kali ia melihat senyum NAURA secara langsung. Wajah itu masih jelas dalam ingatannya—mata teduh yang menyimpan ribuan kata, senyum hangat yang bisa meluruhkan amarah dunia. Mereka tak pernah merencanakan untuk berjauhan. Tapi kehidupan, seperti biasa, terkadang berjalan tak searah dengan harapan. NAURA harus melanjutkan sekolah ke kota yang berbeda, ribuan kilometer dari tempat ATTAH berada. Komunikasi hanya melalui layar dan suara. Tapi tak ada layar yang bisa menggantikan hangatnya pelukan, dan tak ada suara yang bisa sepenuhnya menyampaikan rindu yang mendalam.walau sesekali ATTAH dan NAURA sering untuk menyempatkan bermain game online walau berjarak jauh. Setiap malam, ATTAH sering mengirim kan beberapa pesan selama kesehariannya tanpanya di sekolah begitu pula NAURA yang juga mengirim pesan ke ATTAH tentang kesehariannya disekol...
